UAS sesi 1
1. Pilih. Apakah ide startup
kamu termasuk melakukan cut-off the
business, improve the
business, redefined the
business atau create new model?
Dari pilihan tersebut,
bagaimana ide startup kamu bisa merubah model bisnis yang
sudah ada ?
Pada
awalnya saya mengira ide start-up yang saya buat adalah improve the business
dari bisnis yang sudah ada seperti Zenius.com atau ruangguru.com karena saya
belum mengenal startup lainnya yang berhubungan dalam bidang pendidikan. Saya
menganggap bisnis ini termasuk dalam improve the business karena saya ingin
membuat kelas les online, sama seperti yang zenius.com lakukan, mereka
mengadakan les online dengan memberi modul yang berisi materi tambahan dan cara
praktis untuk mengerjakan soal.
Saya terinspirasi dengan zenius.com lakukan.
Saya juga ingin membuat les online tetapi saya tidak memberikan modul secara
langsung tanpa seorang pembimbing yang menguasai materi tersebut, jadi mereka
dapat mencari sosok guru yang berhubungan langsung dengan materi mereka dan
setelahnya mereka bisa sharing ilmu dan berbagi modul di ruang chat mereka. Dan
target saya disini adalah bagaimana caranya pelajar diatas 17 tahun dapat
mendaftar menajdi guru dan membagi ilmu yang sudah mereka pelajari, tentunya
dengan syarat dan ketentuan yang nantinya akan kami siapkan untuk proses
seleksi guru.
Namun
setelah melakukan presentasi yang disaksikan langsung oleh pak Bayu, saya baru
mengetahui bahwa sudah ada start up yang memeiliki konsep yang sama dengan yang
ingin saya buat. Jadi saya menggangap bahwa ide saya hanya redifined the
business, tapi yang membedakan adalah saya menargetkan guru yang dapat menjadi
sosok teman pula, sembari belajar sembari mencari teman yang dapat berbagi
ilmu. Memang terkesan anak muda usia 17 tahun belum memiliki kemampuan untuk
mengendalikan orang lain dalam hal mengajar, namun bukan berarti kemampuan yang
‘terpendam’ itu tidak dapat dikembangkan, kita juga bisa membantu mereka
mengembangkan kemampuan mereka. Tujuan lain dari ide start up saya yaitu membuat
kondisi belajar yang asik dan friendly. Sehingga saya berpikiran untuk membuka
kesempatan bagi teman-teman yang berusia 17 tahun untuk mengajar.
2. Apa kesalahan yang kamu lakukan pada proses design
sprint di Assessment 2? Bagaimana cara memperbaikinya?
Banyak
sekali kesalahan yang menyebabkan proses design sprint tidak sesuai dan belum
seperti yang diinginkan hasilnya. Bahkan untuk memikirkan apa yang harus saya
buat, apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan ide yang sebisa mungkin
merupakan inovasi baru yang dapat bermanfaat untuk orang lain dan karna
kesalahan saya dalam mengatur jadwal untuk mengerjakan tugas teknopreneur saat
itu, saya hanya membuat ide yang mungkin kurang memuaskan juga untuk saya.
Kesalahan
pertama mengenai design sprint yang sudah saya buat adalah saya tidak terlalu
jelas menargetkan siapa sih yang mau saya jadikan target pengguna sebagai
pelajar atau gurunya. Saat itu saya memikirkan bahwa saya akan membuat start up
yang digunakan dari anak sd-sma, tapi saya tidak memikirkan bahwa anak sd masih
dibawah pengawasan ketat dari orang tua sehingga saya seharusnya menargetkan
orang tua sebagai wali mereka yang bisa mempercayai anaknya ketika membuka
webapss yang nanti saya buat. Itu kesalahan terbesar saya, untuk guru yang
dapat mendaftar dimulai dari 17 tahun – 35 tahun karena saya masih ingin
membuat sistem pembelajaran yang friendly jadi tidak canggung untuk bertanya.
Setelah memikirkannya lagi, saya akan membatasi pelajar yang hanya dimulai
darei usia 13 tahun dan untuk batasan usia guru tetap dimulai dari usia 17
tahun-35 tahun.
Kesalahan
lainnya yang saya lakukan adalah saya membuat design webnya atau bagian
diversge. Saya hanya sekedar membayangkan dan mengira-ngira saja, tidak saya
kondisikan sesuai dengan usia pengguna atau pengunjung web dan ternyata untuk
pengguna design webnya cukup membosankan. Mungkin cara terbaiknya saya harus
membuat beberapa model design yang nanti langsung di validasi ke target dari
ide bisnis saya dan memberikan pilihan untuk mereka.
Apa 3
kesalahan yang paling penting dalam proses validasi ide kamu dengan Javelin
board
? Bagaimana cara memperbaikinya?
1. Kesalahan yang saya lakukan adalah saya telat memvalidasi ide start-up
saya dan dengan sedikit terburu-buru yaitu saya mengumpulkan nomot telpon adik-adik
kelas saya dari uasia 16-18 tahun yang kurang saya kenal, seharusnya akn lebih
baik jika saya melakukan wawancara secra langsung secar bertatap wajah. Mereka dua
atau 3 angkatan dibawah saya waktu SMA. Saya menghindari text dan ingin
berbicara langsung dengan sumber. Jadi saya menelfon mereka satu persatu. Saya menelfon
10 orang dari mereka. Seharusnya saya juga secara acak mewawancarai teman-teman
yang berusia 13tahun-19tahun.
2. Kesalahan lainnya adalah saya
tidak mewawancarai orang-orang berusia 20 tahun keatas sebagai calon guru. Sehingga
saya kurang mengetahui apa pendapat mereka jika pendaftaran utnuk guru dimulai
dari usia 17 tahun.
3. Kesalahan yang saya lakukan
lagi adalah saya kurang konsisten dalam mengajukan pertanyaan pada saat
melakukan wawancara. Seperti misalnya saya menanyakan kepada beberapa orang
jika ide ini berhasil di realisasikan apakah mereka akan mengunjungi web atau
mobile-apps atleast 3 kali seminggu? Saya hanya menanyakan ke beberapa orang,
hanya menanyakan ke 4 orang dan hasilnya mereka semua mau membuka karena
appsnya dapat membantu mereka menyelesaikan tugas dengan cara berkonsultasi
dengan guru yang mereka temukan di app atau web tersebut. Seharusnya saat akan
memulai wawancara saya benar-benar menyiapkan daftar pertanyaan dan mungkin
sehrausnya saya melakukan wawancara kembali secara langsung dengan sumber agar
dapt emlihat ekspresi wajah mereka.
Komentar
Posting Komentar