Let him young forever



Assalamualaikum wr.wb

Hari ini aku ingin cerita tentang sosok yang setiap hari aku panggil "Abi".  Sudah 7 bulan sejak abi bertugas ke Timur Leste. Ini bukan pertama kalinya abi ditugaskan di Timur Leste, tahun 2011 juga abi ditugaskan di Timur Leste untuk 2 tahun.


Masih tersimpan dengan baik pesan abi 7 tahun lalu dalam memoriku saat kami dalam perjalanan ke jakarta. Kami mengendarai motor, saat ditengah perjalanan abi mulai memberikan banyak sekali pesan kepadaku sebagai anak pertama "Kak, Nanti kalau abi pergi, jaga adek kamu sama umi sama mbah uyut ya. Umi kan udah tua juga sekarang, kalau umi sakit nanti kamu yang urusin, kalau adik kamu susah ngerjain tugas bantuin jangan diomelin". 

Hening..

Aku terdiam, tak sanggup mengucapkan satu katapun saat itu. Mulut seolah terkunci dengan air mata yang tak henti mengalir. Sadar bahwa aku belum membalas percakapan itu, aku balas dengan sedikit gurau, "Bi, kalau ngomong itu yang lengkap, objek, subjek dan keterangan tuh yang lengkap. harusnya gini 'Kak, nanti kalau abi pergi ke Timur Leste, Tolong jaga umi, adekmu dan mbah uyut ya' Tadi ambigu hahaha kayak mau kemana aja nih"

Percakapan kami malam itu menjadi semakin serius saat abi merespon jawabanku "Abi kan juga sudah tua, nggak ada yang tau besok abi masih bisa liat anak anak abi lagi atau engga, Abi juga nggak tau bisa liat kaka sama adek wisuda". 

Ya allah..

Yang bisa aku lakukan saat itu hanya menangis, tak ada satu katapun yang berani kuungkapkan. Isak tangispun menjadi jawaban penutup dari percakapan kami malam itu. Sungguh sangat sakit rasanya saat abi terus menerus menyampaikan pesan seolah abi akan pergi selamanya.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَ


"Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil"

Doa itu yang tak pernah kutinggalkan saat sehabis sholat. Ya allah, tolong jaga abi disana. Berikan kesehatan untuknya, jaga hatinya.

Abi adalah sosok yang sangat kuat, humoris, dan sosok yang sangat amat bertanggung jawab. Aku tidak tahu apa yang beliau sembunyikan dibalik sosok yang kuat itu, aku tak tahu seberapa berat tanggung jawab yang harus beliau pikul demi keluarga, demi anaknya yang sampai saat ini belum bisa menjadi sosok yang bisa dibanggakan

Sebelum abi berangkat ke timur leste beberapa bulan yang lalu, aku memperhatikan setiap inci dari tubuhnya. Aku perhatikan mulai dari kakinya yang sudah tak sekuat dulu, telapak tangan yang mulai kasar, punggung yang mulai membungkuk, tak segagah dulu. Rambut yang mulai dipenuhi dengan uban. Sungguh, aku ingin sekali menyalahkan diriku melihat sosoknya yang mulai menua sedangkan aku belum bisa memberikan yang terbaik untuknya sebagai seorang anak, terlebih aku adalah anak pertama. Aku tahu memegang amanah sebagai kepala keluarga adalah hal yang teramat sangat berat Aku ingin setidaknya menjadi anak yang mampu meringankan beban dipundaknya.

Ya Rabb, Jadikanlah aku anak yang sholehah yang dengan doanya dapat selalu melindungi kedua orang tua dari panasnya api neraka. Ya Allah, tolong jaga lisanku untuk tetap bisa menyebut namamu hingga akhir hayatku, untuk tetap berdzikir, untuk tetap mendoakan kedua orang tua agar syurga hanyalah satu-satunya tempat bagi mereka kelak.






Komentar